Menelusuri Sejarah Nagari Batu Taba: Dari Jejak Perjalanan Leluhur Minangkabau hingga Pemerintahan Nagari Masa Kini


Foto : Ilustrasi Nagari Batu Taba 

Perjalanan panjang sejak sekitar 1817 membentuk identitas adat, sosial, dan pemerintahan Nagari Batu Taba Kecamatan Ampek Angkek

BATU TABA, KABUPATEN AGAM — Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, merupakan salah satu nagari yang memiliki perjalanan sejarah panjang. Di balik kehidupan masyarakatnya hari ini, tersimpan kisah perpindahan masyarakat Minangkabau, pembentukan kawasan pemukiman, perkembangan adat dan suku, hingga perubahan sistem pemerintahan dari masa ke masa.

Catatan sejarah Nagari Batu Taba menyebutkan bahwa cikal bakal nagari berawal dari perpindahan penduduk dari Pariangan, Padang Panjang, menuju kawasan Ampek Angkek. Perjalanan tersebut dilakukan melalui rimba belantara dan dipimpin oleh empat tokoh yang mewakili kelompok suku masing-masing, yakni Tumangguang dari Suku Koto, Sipado Mandaro dari Suku Piliang, Nan Basa dari Suku Guci, dan Panglimo Sati dari Suku Tanjuang.

Dari Pariangan Menuju Kawasan Ampek Angkek

Menurut riwayat yang tersimpan dalam dokumen sejarah nagari, rombongan tersebut akhirnya sampai di wilayah yang dikenal sebagai IV Angkat Canduang, meliputi Balai Gurah, Biaro, Lambah dan Panampuang. Dari kawasan inilah perkembangan permukiman masyarakat kemudian meluas ke berbagai wilayah Ampek Angkek.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, terjadi perpindahan dan perkembangan permukiman dari Balai Gurah ke arah selatan hingga kawasan Sitapuang, kemudian bergerak ke arah barat. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari proses terbentuknya kelompok Kubu Ulayat Panghulu Nan 10.

Perjalanan sejarah tersebut tidak hanya membentuk sebuah kawasan permukiman, tetapi juga melahirkan tatanan sosial dan adat yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat hingga sekarang.

1817, Tonggak Awal Berdirinya Nagari Batu Taba

Dalam dokumen sejarah Nagari Batu Taba, tahun 1817 dicatat sebagai perkiraan awal berdirinya Nagari Batu Taba. Pada masa awal tersebut, nagari dipimpin oleh seorang Angku Palo bernama Dt. Bagindo.

Sejak masa tersebut, pemerintahan dan kehidupan masyarakat Batu Taba terus mengalami perkembangan. Kepemimpinan nagari silih berganti mengikuti dinamika masyarakat dan perubahan tata pemerintahan yang berlangsung selama lebih dari dua abad.

Dalam perjalanan tersebut, sejumlah suku menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Batu Taba, di antaranya Koto, Pili/Piliang, Guci, Tanjuang, Sikumbang dan Jambak. Keberadaan berbagai suku tersebut menjadi bagian dari struktur sosial dan adat yang berkembang di tengah masyarakat nagari.

Perjalanan Kepemimpinan dari Masa ke Masa

Sejarah Nagari Batu Taba juga dapat ditelusuri melalui perjalanan para pemimpin nagari. Selama lebih dari dua abad, kepemimpinan berada di tangan berbagai tokoh adat dan masyarakat.

Catatan yang tersedia memuat 25 nama/generasi kepemimpinan, mulai dari Dt. Bagindo pada 1817 hingga Rahmat Hidayat, S.H. pada periode pemerintahan saat ini.

Berikut rangkaian kepemimpinan yang tercatat dalam dokumen sejarah:

No.

Nama/Gelar

Periode

1

Dt. Bagindo

1817

2

Dt. Bagindo Labiah

1927–1929

3

Angku Palo Masik

1929–1937

4

H. Syafei

1937–1942

5

Harun St. Mangkuto

1942–1948

6

Sabirin Tk. Sutan

1948–1951

7

Saruddin Angku Mudo

1951–1952

8

Angku Palo Masik

1952–1955

9

H. Syafei

1955–1958

10

Ja'far St. Bandaro

1958–1959

11

Pjs. Jamin St. Mangkuto

1959–1961

12

Basarudin Ml Kayo

1961–1963

13

Zainal Ibrahim

1963–1964

14

Pjs. Samsudin St. R.M.

1964–1970

15

Jamaran St. Muncak

1970–1982

16

Buchari.is

1982–1983

17

Pjs. Zakaria St. R. Endah

1983–1992

18

Wirman M. Khatib Bgd

1992–1993

19

Pjs. Anas St. Rajo Ameh

1993–1994

20

Herman St. Malenggang

1994–2002

21

H. Mino Aldi St. B. Basa

2002–2007

22

Pjs. H. Mino Aldi St. B. Basa

2007–2008

23

Bulqaini, S.Fil.I

2008–2014

24

Zulhadia

2014–2019

25

Rahmat Hidayat, S.H.

2019–2027

Daftar tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Nagari Batu Taba telah melewati berbagai periode sejarah dan perubahan tata kelola. Catatan kepemimpinan tersebut bersumber dari dokumen sejarah Nagari Batu Taba.

Ketika Nagari Berubah Menjadi Desa

Perjalanan sejarah Batu Taba tidak terlepas dari perubahan kebijakan pemerintahan nasional. Salah satu perubahan penting terjadi setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa.

Dalam dokumen sejarah nagari disebutkan bahwa pada sekitar 1982, sistem pemerintahan desa mulai diberlakukan. Enam jorong yang ada di wilayah Nagari Batu Taba kemudian menjalankan fungsi sebagai unit pemerintahan desa. Pada saat yang sama, Nagari Batu Taba tetap dipertahankan sebagai kesatuan masyarakat hukum adat yang kehidupan adatnya berada di bawah pemangku adat setempat.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan pemerintahan Batu Taba. Sistem pemerintahan formal mengalami perubahan, sementara nilai-nilai adat dan kehidupan masyarakat nagari tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Semangat Babaliak ka Nagari

Memasuki era reformasi dan otonomi daerah, terjadi perubahan besar dalam sistem pemerintahan di Sumatera Barat. Lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Peraturan Daerah Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000 membuka ruang bagi penguatan kembali pemerintahan berbasis nagari dan kearifan lokal.

Semangat tersebut dikenal luas dengan istilah “Babaliak ka Nagari” atau kembali ke sistem pemerintahan nagari. Dalam dokumen sejarah Batu Taba, proses tersebut juga dikaitkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 31 Tahun 2001, yang menjadi bagian dari proses penataan kembali wilayah pemerintahan nagari.

Bagi masyarakat Batu Taba, kembalinya sistem nagari bukan sekadar perubahan administratif. Sistem tersebut juga memperkuat kembali hubungan antara pemerintahan, adat, agama dan masyarakat.

Nilai tersebut sejalan dengan filosofi Minangkabau yang menjadi landasan kehidupan masyarakat, yaitu “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.”

Batu Taba Hari Ini: Menjaga Tradisi, Membangun Masa Depan

Memasuki era pemerintahan modern, Nagari Batu Taba terus mengalami perkembangan. Pemerintahan nagari tidak lagi hanya berhadapan dengan persoalan adat dan pelayanan masyarakat secara konvensional, tetapi juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, transparansi pemerintahan, pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Dalam dokumen profil nagari, Rahmat Hidayat, S.H. tercatat sebagai Wali Nagari Batu Taba untuk periode 2019–2027. Pemerintahan saat ini diarahkan untuk menjaga warisan sejarah dan nilai adat, sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang modern dan transparan.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa sejarah Nagari Batu Taba bukan hanya tentang pergantian pemimpin atau perubahan sistem pemerintahan. Di dalamnya terdapat kisah tentang perpindahan masyarakat, pembentukan pemukiman, perkembangan suku dan adat, perjuangan mempertahankan identitas nagari, serta kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Sejarah sebagai Identitas Anak Nagari

Lebih dari dua abad perjalanan sejak sekitar 1817 menjadi warisan yang penting bagi generasi Nagari Batu Taba. Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan nagari hari ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun oleh para pendahulu.

Karena itu, mengenal sejarah Batu Taba bukan semata-mata melihat masa lalu. Sejarah dapat menjadi pijakan bagi masyarakat untuk memahami identitas nagari, menghargai perjuangan para pendahulu, menjaga adat dan budaya, serta membangun masa depan dengan semangat kebersamaan.

Nagari Batu Taba terus bergerak di tengah perubahan zaman—menjaga adat dan sejarah sebagai akar, sekaligus membangun pemerintahan dan masyarakat yang lebih maju untuk generasi yang akan datang.

Artikel ini disusun berdasarkan dokumen sejarah dan profil Nagari Batu Taba yang tersedia untuk publikasi pemerintahan nagari. Beberapa tahun dan keterangan dalam dokumen sumber menggunakan istilah “diperkirakan” atau memiliki perbedaan pencatatan periode, sehingga penyajiannya mengikuti sumber yang tersedia.

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama