Ditemukan sejumlah genangan air di lingkungan permukiman warga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti
BATU TABA, KABUPATEN AGAM — Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan pemantauan lingkungan terhadap potensi berkembangnya nyamuk penyebab DBD yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di kawasan pemukiman masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala UPTD Puskesmas Biaro, Ibu drg. Zulfa Germila, beserta tim, didampingi Sekretaris Nagari Batu Taba, Hendra, S.IP., Wali Jorong Sungai Rotan Doni Chandra, serta Bhabinkamtibmas Nagari Batu Taba, Aipda Afdal Irvandi.
Kehadiran unsur kesehatan, pemerintahan nagari dan keamanan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyakit DBD sekaligus mendorong kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.
Ditemukan Sejumlah Genangan Air
Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim melakukan pemantauan langsung ke sejumlah kawasan permukiman warga dan menemukan berbagai genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tempat-tempat yang menampung air dan tidak dikelola dengan baik dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membiarkan adanya genangan maupun tempat penampungan air yang tidak terawat di sekitar lingkungan rumah.
Kepala Puskesmas Ingatkan Warga Waspada DBD
Kepala UPTD Puskesmas Biaro, drg. Zulfa Germila, dalam kegiatan tersebut menyampaikan kepada warga agar senantiasa waspada dan siaga terhadap bahaya penyakit DBD.
Ia mengingatkan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah membersihkan tempat-tempat penampungan air secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memperhatikan keberadaan genangan air di sekitar rumah dan kawasan permukiman.
“Masyarakat harus selalu waspada terhadap bahaya DBD. Tempat-tempat penampungan air perlu dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting dalam upaya pencegahan DBD,” ujar drg. Zulfa Germila.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Sekretaris Nagari Batu Taba, Hendra, S.IP., bersama Wali Jorong Sungai Rotan Doni Chandra dan Bhabinkamtibmas Aipda Afdal Irvandi, turut mendampingi kegiatan pemantauan tersebut.
Sinergi antara Puskesmas Biaro, Pemerintah Nagari Batu Taba dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit DBD sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Pencegahan DBD membutuhkan kepedulian dan partisipasi bersama. Masyarakat diharapkan secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menampung air serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Melalui kegiatan monitoring dan pemantauan ini, Pemerintah Nagari Batu Taba bersama UPTD Puskesmas Biaro dan Bhabinkamtibmas mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Upaya sederhana yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu membantu mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti dan menjaga kesehatan masyarakat Nagari Batu Taba.
Pemerintah Nagari Batu Taba
Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam
